Kamis, 18 Maret 2010
PTBA-Pertamina Jalin MoU Proyek Sasol jumat 19/03-2010
Hal itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan, Kamis (18/3). "Cadangan sekitar 1,5 miliar ton dan kapasitas coal to liquid yang dihasilkan 70 ribu hingga 80 ribu barel," kata Gita.
Ia menambahkan, Salsol akan mendanai feasibility study dan proyek di Sumatra dan Kalimantan. Pertamina akan sebagai offtaker sedangkan PTBA akan akan memasukkan produksi batubara. Proyek tersebut akan memakan waktu 2 tahun dan diprediksikan selesai pada 2012. "PTBA dan Pertamina akan MOU dan lagi digarap dengan Salsol," ujar Gita.
Seperti diketahui, Direktur Utama PTBA Soekrisno mengatakan,PTBA berharap bisa membentuk konsorsium untuk memenuhi permintaan Salsol sekitar 2 miliar juta ton batubara. Sedangkan PTBA hanya memiliki 1,8 miliar juta ton batubara yang sudah ditetapkan penggunaannya. Kerjasama Salsol tersebut akan meliputi tahap pra feasibility, feasibility plan.
Prediksi saham: Tekanan bayangi bursa Jumat, 19/03/2010
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi tertekan lagi, setelah level psikologis 2.700 tertembus pada transaksi Rabu.
Analis teknikal PT Kresna Securities Adityawarman mengatakan secara teknis potensi koreksi terbuka lebar menerpa bursa saham pada perdagangan akhir pekan ini, mengingati posisi stokastik telah berada di level jenuh beli (overbought) 79,2.
"IHSG masih memiliki potensi mengalami tekanan setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya. Bollinger bands yang berada di teritorial batas atasnya bisa menjadi faktor pendukung koreksi indeks," tuturnya kemarin.
Meski demikian, lanjutnya, IHSG kemungkinan masih akan bertahan di level psikologis 2.700 pada akhir pekan ini. Kresna mematok proyeksi pergerakan indeks dari titik topang 2.710 menuju titik resistan 2.771.
Pada perdagangan Kamis, indeks melemah 0,69% (19,02 poin) ke level 2.737,24 menyusul aksi jual investor domestik. Di posisi sebaliknya, pemodal asing masih membukukan pembelian bersih sebesar Rp635,49 miliar, dari total pembelian senilai Rp1,78 triliun.
Koreksi terutama menerpa saham-saham unggulan seperti PT Astra International Tbk (ASII) yang turun Rp650 ke level Rp40.200, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melemah Rp250 ke Rp8.350, dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) anjlok Rp200 ke Rp7.650.
Koreksi tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya bursa-bursa utama Asia seperti indeks Shanghai yang turun 0,14%, Hang Seng melemah 0,25%, Nikkei-225 anjlok 0,95%, dan KOSPI terkoreksi 0,46%.
Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp5,67 triliun, menyusul kenaikan 88 saham, dan koreksi 135 lainnya.
Indeks BISNIS-27 maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi. Namun, pergerakan harga saham pertambangan dan beberapa saham perbankan mampu menahan laju koreksi indeks
BISNIS-27 dan juga IHSG. Indeks BISNIS-27 ditutup di level 252,62 atau melemah tipis 0,93% dan IHSG di level 2.737,24 atau terkoreksi 0,69%.
Proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperkirakan terjadi deflasi pada Maret ini, menjadi sentimen positif saham-saham perbankan. Sedangkan harga minyak dunia yang mencapai level US$82,4 per barel, menjadi katalis berlanjutnya tren bullish harga saham-saham pertambangan hingga perdagangan Kamis kemarin.
Tekanan jual pada indeks BISNIS-27 juga dipengaruhi oleh pergerakan negatif indeks saham regional. Indeks Hang Seng turun 0,25%, indeks Nikkei-225 turun 0,95% dan indeks STI Singapura turun 0,18%. (htr)
Saham apa yang menarik hari ini?Jumat, 19/03/2010
Tentu saja keputusan untuk melakukan transaksi apapun sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Dalam membuat keputusan investasi, pembaca membuat penilaian independen.
Apa saja saham yang terpilih? Berikut rekomendasinya:
1.Koreksi moderat terjadi setelah indeks menyentuh target channeling di leve 2.780 kemarin. Konsolidasi masih akan terjadi pada indeks dengan rentang 2.710-2.750. Namun, sejumlah saham seperti INDF, BBTN dan PTBA masih mampu menguat.
2.IHSG tidak mampu melanjutkan penguatan, sehingga ditutup melemah 0,7 %. Stochastic yang mulai bergerak turun mengindikasikan aksi ambil untung mulai terjadi. Hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 2.700-2.779. Saham pilihan untuk hari ini BDMN dan BMRI.
3.Indeks mengalami koreksi di level resistance 2.780, sehingga berpeluang melemah dulu dengan kisaran sideways di antara 2.700-2.780. Saham yang berpeluang menguat adalah UNTR, BBTN, INCO, sedangkan BMTR dan BBRI kemungkinan terkoreksi.
Selasa, 16 Maret 2010
Rabu (17/3/2010)
Saham UNTR diprediksi bergerak di posisi Rp16.500-18.850, saham PTBA pun masih punya potensi untuk mencapai resisten II nya di level Rp16.900, sedangkan BUMI masih bisa menguat hingga ke Rp2.625.
Sedangkan saham PGAS masih punya peluang untuk menembus resisten ke II-nya di Rp4.150 serta saham BMRI diprediksi bisa mencapai 4.900.
"Prinsipnya, beli ketika mau naik, jual ketika mau untung selama masih mau naik tetaplah membeli dan selama tidak ada signal bearish dengan potensi keuntungan yang signifikan.
jika gap 2.689-2.713 ditembus, maka next target adalah kisaran 2.750 – 2.825 yang menjadi most probable peak untuk jangka pendek. Akan tetapi, jika kisaran tersebut disentuh dan terjadi reversal, maka bisa jadi peak dari IHSG memang sudah tercapai.
"Dan jika terdapat signal bearish (untuk hari ini, jika IHSG ditutup di bawah 2.661), akan menjadi konfirmasi yang bagus untuk tercapainya peak tersebut
Rabu (17/3/2010)
Saham-saham di bursa Wall Street melonjak hingga titik tertingginya dalam 17 bulan terakhir setelah Bank Sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya dalam waktu yang lebih lama.
Pada perdagangan Selasa (16/3/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 43,83 poin (0,41%) ke level 10.685,98. Indeks S&P 500 menguat 8,95 poin (0,78%) ke level 1.159,46 dan Nasdaq menguat 15,80 poin (0,67%) ke level 2.378,01.
Bursa Jepang juga dibuka langsung menguat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 63,75 poin (0,59%) ke level 10.785,46.
Rabu, 02 Desember 2009
SEKAPUR SIRIH
PT.ETRADING SECURITIES
MEMBER OF THE
ON LINE TRADING PERTAMA DI
Anda ingin bertransaksi saham dengan aman, mudah dan cepat?
e-Trading Securities, solusinya,..
Dengan system HOTS (Home & Office Trading System) yang dimiliki PT. eTrading Securities maka dapat memberikan kemudahan-kemudahan kepada investor.
· Memantau pergerakan saham perdetik, langsung dari Bursa Efek
· Memberikan informasi mengenai portofolio / laporan keuangan saham yang dimiliki investor (On-Line)
· Transaksi jual – beli saham dapat dilakukan kapan dan dimana saja, tanpa melalui jasa broker.
· Menganalisa suatu saham dengan menggunakan metode Fundamental dan Tekhnikal.
· Aman dalam bertransaksi, karena menggunakan User ID, Password, dan PIN
· Fee transaksi Beli maupun Jual dijamin Terendah
· Tidak ada Minimum Fee
· Penarikan dana langsung dari sistem
Hubungi sekarang juga, dapatkan berbagai kemudahan, untuk konsultasi system hubungi :
085262755123 ( Rommy )
ETRADING SECURITIES MEDAN
PT eTrading Securities Medan beroperasi sejak Januari 2006 dengan menjadi pioner di Industri Pasar Modal Indonesia dengan memperkenalkan sebuah sistem perdagangan saham online pertama di Indonesia yang kami sebut dengan HOTS. Dengan dukungan dari PT Daewoo Securities (Korea) dan Japan Asia Investment Co., Ltd. (Jepang) sebagai pemegang saham.