Selasa, 06 April 2010

Kredit Mikro BRI Tambah Rp 1,2 Triliun (rabu,0704/2010)

Dalam dua bulan, kredit mikro PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bertambah sekitar Rp 1,2 triliun. Menurut Kepala Divisi Bisnis Mikro BRI Wasito Pramono, outstanding kredit mikro per Februari tercatat sebesar Rp 55,3 triliun.


"Per Desember 2009 lalu masih Rp 54,08 triliun," katanya kepada KONTAN, Selasa (6/4).

Menurut dia, pertambahan kredit mikro sebesar itu sejalan dengan strategi yang diterapkan BRI tahun ini. Beberapa strategi BRI untuk menggenjot kredit mikro di antaranya penambahan outlet, perubahan kebijakan, dan peningkatan layanan.

Tahun ini, BRI akan menambah sekitar 400 outlet khusus kredit mikro. Perinciannya, BRI akan menambah 100 Unit, 250 Teras, dan 50 Pos Pelayanan Desa.

Sekedar informasi, outlet kredit mikro BRI bernama "Unit". Di bawah Unit terdapat "Teras" dan "Pos Pelayanan Desa". Teras merupakan outlet BRI yang berada di pasar-pasar tradisional, sedangkan Pos Pelayanan Desa adalah sebutan oultlet BRI setingkat teras yang berada di luar pasar tradisional.

Untuk mendukung penambahan outlet, BRI juga sudah menyiapkan sekitar 1.250 tenaga kerja tambahan. Pasalnya, untuk setingkat Unit saja, BRI memerlukan 4 tenaga kerja. Sementara Teras dan Pos Pelayanan Desa membutuhkan masing-masing 2-3 dan 2 tenaga kerja.

Di samping outlet, BRI juga menerapkan kebijakan relaksasi kredit mikro. "Maksudnya, meringankan persyaratan penyaluran kredit mikro. Dahulu calon nasabah harus menunjukkan sertifikat hak milik atau hak sewa bangunan. Sekarang tidak lagi. Cukup membuktikan punya kios yang disewa saja sudah bisa menerima kredit mikro," tegas Pramono.

Ditanya mengenai rencana penurunan suku bunga, Pramono mengaku BRI tak begitu tertarik berperang di suku bunga dengan para kompetitor. Dia bilang, BRI akan lebih fokus pada peningkatan layanan sehingga produk mikro BRI bisa diakses lebih luas, cepat, dan mudah.

Namun, kata Pramono, BRI telah menerapkan biaya yang rendah di luar bunga. Besarnya cuma sekitar Rp 300.000 hingga fasilitas kredit murah. "Khusus bunga, BRI sudah menerapkan bunga yang paling rendah di antara bank lainnya, yaitu sekitar 24-26%," imbuh Pramono.

Dengan beberapa strategi tersebut, Pramono berharap target penyaluran BRI tahun ini yang mencapai Rp 70,1 triliun bisa tercapai. Maklum saja, kredit mikro ini masih menjadi penopang utama bisnis bank yang mencetak laba hingga Rp 7,3 triliun akhir tahun lalu. "Kredit mikro memiliki porsi sekitar 27-30% dari total kredit BRI," tegas Pramono.

from : kontan.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar