PT Bank Negara Indonesia (BNI) harus menyelesaikan tiga syarat jika menginginkan permohonan penerbitan saham baru atau rights issue. Persyaratan tersebut diharapkan selesai tahun ini.
"Ada beberapa hal yang harus diproses untuk dapat persetujuan rights issue, ujar Menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar sat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Keuangan, Jakarta, Senin (22/3).
Mustafa menuturkan, ketiga masalah tersebut adalah revisi Peraturan Pemerintah mengenai kepemilikan saham pemerintah di BNI, persiapan tambahan anggaran green shoe dalam APBN, dan rincian pemanfaatan dana hasil right issue dari BNI.
Menurut Mustafa pembicaraan mengenai masalah tersebut akan dilakukan secara mendalam. "Tiga hal itu yang akan kita rapatkan pada pertemuan berikutnya. Sesudah pertemuan interdep menyelesaikan hal itu", ucapnya.
Dikatakannya, dengan adanya revisi PP tersebut maka saham pemerintah pada BNI akan sebesar 60%, sedangkan pada PP sebelumnya saham pemerintah mencapai 76,36%. Oleh karena itu, pemerintah akan melepas 16% sahamnya yang terdiri 3% greenshoe dan 13% rights issue.
"Saham pemerintah tetap 60%-40% termasuk greenshoe, kalau Mandiri tidak ada lagi greenshoe karena sudah selesai. Bank Mandiri 66,76%, paparnya.
Permasalahan ini, lanjut Mustafa diharapkan dapat selesai dalam jangka waktu enam bulan. Jangka. Namun proses tersebut juga harus mendapat persetujuan DPR. "Kita usulkan mekanisme legal dan mekanisme politis sesuai aturan tidak terlalu kita harapkan tidak lebih dari 6 bulan. Ini tentu minta persetujuan DPR", tegasnya.
from : inilah.com
Senin, 22 Maret 2010
Barito Pasific Beli 29,7 Jt Saham GZCO(senin,22/03/2010)
PT Barito Pasific Tbk (BRPT) telah melakukan pembelian atas saham PT Gozco Plantation Tbk (GZCO) sebanyak 29.711.000 lembar pada 22 Januari hingga 10 Maret 2010.
Demikian diungkapkan manajemen GZCO kepada bursa, Senin (22/3).
Transaksi pembelian saham ini dilakukan di lantai bursa dengan harga kisaran Rp318,33 per saham dengan tujuan investasi. Adapun jumlah kepemilikan saham setelah transaksi pembelian ini mencapai 529.711.000 lembar atau 10,59%.
from : inilah.com
Demikian diungkapkan manajemen GZCO kepada bursa, Senin (22/3).
Transaksi pembelian saham ini dilakukan di lantai bursa dengan harga kisaran Rp318,33 per saham dengan tujuan investasi. Adapun jumlah kepemilikan saham setelah transaksi pembelian ini mencapai 529.711.000 lembar atau 10,59%.
from : inilah.com
Tri Polyta Bagi Dividen Rp 200 (senin,22/03/2010
PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2009 sebesar Rp 200 per saham. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 28 April 2010.
Demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/3/2010).
TPIA membukukan laba bersih tahun 2009 sebesar Rp 482,883 miliar, melonjak tajam dibanding tahun 2008 yang mencatat kerugian sebesar Rp 13,755 miliar. Laba bersih rencananya akan digunakan untuk cadangan wajib sebesar Rp 10 miliar (2,07%), pembagian dividen tunai Rp 145,680 miliar (30,17%) serta saldo laba ditahan sebesar Rp 327,203 miliar (67,76%).
Pada 12 November 2009, perseroan telah membagikan dividen interim senilai Rp 109,260 miliar atau setara dengan Rp 150 per saham. Dengan demikian, dividen tunai final yang akan dibagikan sebesar Rp 36,420 miliar atau sebesar Rp 50 per saham.
Cum dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 9 April 2010, sedangkan ex dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi pada 12 April 2010. Cum dividen tunai di pasar tunai pada 14 April 2010 dan ex dividen tunai di pasar tunai pada 15 April 2010.
Recording date atau daftar pemegang saham yang berhak atas pembagian dividen pada 14 April 2010. Pelaksanaan pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 28 April 2010.
Hingga berita ini ditulis pukul 14.00 JATS, harga saham TPIA bertengger di level Rp 2.625 per saham, turun Rp 25 (0,94%) dari penutupan pekan kemarin di level Rp 2.650 per saham.
from : detik.com
Demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/3/2010).
TPIA membukukan laba bersih tahun 2009 sebesar Rp 482,883 miliar, melonjak tajam dibanding tahun 2008 yang mencatat kerugian sebesar Rp 13,755 miliar. Laba bersih rencananya akan digunakan untuk cadangan wajib sebesar Rp 10 miliar (2,07%), pembagian dividen tunai Rp 145,680 miliar (30,17%) serta saldo laba ditahan sebesar Rp 327,203 miliar (67,76%).
Pada 12 November 2009, perseroan telah membagikan dividen interim senilai Rp 109,260 miliar atau setara dengan Rp 150 per saham. Dengan demikian, dividen tunai final yang akan dibagikan sebesar Rp 36,420 miliar atau sebesar Rp 50 per saham.
Cum dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 9 April 2010, sedangkan ex dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi pada 12 April 2010. Cum dividen tunai di pasar tunai pada 14 April 2010 dan ex dividen tunai di pasar tunai pada 15 April 2010.
Recording date atau daftar pemegang saham yang berhak atas pembagian dividen pada 14 April 2010. Pelaksanaan pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 28 April 2010.
Hingga berita ini ditulis pukul 14.00 JATS, harga saham TPIA bertengger di level Rp 2.625 per saham, turun Rp 25 (0,94%) dari penutupan pekan kemarin di level Rp 2.650 per saham.
from : detik.com
Minggu, 21 Maret 2010
Inilah 10 saham dengan gain terbesar ( Sabtu, 20/03-2010)
Aliran dana asing ke bursa saham Indonesia terus terjadi. Setelah pekan lalu pemodal asing mencetak net buy saham Rp1,78 triliun, pada sepanjang pekan ini asing kembali mencetak net buy Rp1,93 triliun.
Posisi net buy (nilai beli saham lebih besar dibandingkan dengan nilai jualnya) pemodal asing pada sepanjang pekan ini juga terus meningkat dibandingkan dengan pekan lalu.
Siapa saja saham-saham yang mencetak gain terbesar dan mengalami penurunan harga terbesar?
10 Saham pencetak gain terbesar 8 Maret-19 Maret 2010:
1. Sumalindo Lestari (SULI) dengan gain 133,34%.
2. Indospring (INDS) dengan gain 99,48%.
3. Bank Windu Kentjana (MCOR) dengan gain 92,07%.
4. Asuransi Dayin (ASDM) dengan gain 83,76%.
5. Abdi Bangsa (ABBA) dengan gain 53,84%.
6. Asia Natural Resources (ASIA) dengan gain 53,38%.
7. Himpunan Bank Saudara (SDRA) dengan gain 45,59%.
8. Yulie Sekurindo (YULE) dengan gain 39,09%.
9. Media Nusantara Citra (MNCN) dengan gain 38,59%.
10. Bumi Teknokultural (BTEK) dengan gain 33,70%.
10 Saham pencetak penurunan terbesar 8 Maret-19 Maret 2010:
1. Pelat Timah Nusantara (NIKL) dengan gain -6,28%.
2. Katarina Utama (RINA) dengan gain -7,27%.
3. Sat Nusapersada (PTSN) dengan gain -8,15%.
4. Cowell Development (COWL) dengan gain -11,47%.
5. Apac Citra Centertex (MYTX) dengan gain -11.47%.
6. Teijin Indonesia (TFCO) dengan gain -12,65%.
7. Radiant Utama (RUIS) dengan gain -12,88%.
8. Kertas Basuki Rahmat (KBRI) dengan gain -12,03%.
9. Cahaya Kalbar (CEKA) dengan gain -13,61%.
10. Centrin Online (CENT) dengan gain -20,95%.
from: ( bisnis.com )
Posisi net buy (nilai beli saham lebih besar dibandingkan dengan nilai jualnya) pemodal asing pada sepanjang pekan ini juga terus meningkat dibandingkan dengan pekan lalu.
Siapa saja saham-saham yang mencetak gain terbesar dan mengalami penurunan harga terbesar?
10 Saham pencetak gain terbesar 8 Maret-19 Maret 2010:
1. Sumalindo Lestari (SULI) dengan gain 133,34%.
2. Indospring (INDS) dengan gain 99,48%.
3. Bank Windu Kentjana (MCOR) dengan gain 92,07%.
4. Asuransi Dayin (ASDM) dengan gain 83,76%.
5. Abdi Bangsa (ABBA) dengan gain 53,84%.
6. Asia Natural Resources (ASIA) dengan gain 53,38%.
7. Himpunan Bank Saudara (SDRA) dengan gain 45,59%.
8. Yulie Sekurindo (YULE) dengan gain 39,09%.
9. Media Nusantara Citra (MNCN) dengan gain 38,59%.
10. Bumi Teknokultural (BTEK) dengan gain 33,70%.
10 Saham pencetak penurunan terbesar 8 Maret-19 Maret 2010:
1. Pelat Timah Nusantara (NIKL) dengan gain -6,28%.
2. Katarina Utama (RINA) dengan gain -7,27%.
3. Sat Nusapersada (PTSN) dengan gain -8,15%.
4. Cowell Development (COWL) dengan gain -11,47%.
5. Apac Citra Centertex (MYTX) dengan gain -11.47%.
6. Teijin Indonesia (TFCO) dengan gain -12,65%.
7. Radiant Utama (RUIS) dengan gain -12,88%.
8. Kertas Basuki Rahmat (KBRI) dengan gain -12,03%.
9. Cahaya Kalbar (CEKA) dengan gain -13,61%.
10. Centrin Online (CENT) dengan gain -20,95%.
from: ( bisnis.com )
Kamis, 18 Maret 2010
Kabar terbaru jum'at 19/03-2010
PT. ETRADING SECURITIES
member of indonesia stock exchange
Nikmati layanan online trading dengan aman,fee termurah dan cepat. manfaatkan kondisi pasar ( bursa )yang sedang bullish
keandalan sistem kami : running trade, checking portfolio ( data keuangan ), analisa fundamental dan teknikal melalui sistem, penarikan dana langsung dari sistem, dll
fee transaksi (buy-sell) paling murah dari securities yang lain, dan dapat dibuktikan:
1.deposit Rp 3.000.000,- fee 0,19%-0,29% ( khusus mahasiswa )
2.deposit Rp 10.000.000,- fee 0,17%-0,27%
3.deposit Rp 60.000.000,- fee 0,15%-0,25%
4.deposit Rp 200.000.000,- fee 0,12%-0,022%
5.deposit Rp 320.000.000,- fee 0,1%-0,2%
**fee diatas masih dapat diturunkan ( nego dengan syarat dan ketentuan berlaku )
info lebih lanjut hubungi:
Rommy soetandi : 085262755123 atau 06176610864
atau fia sms : Reg_(nama) ke 085262755123
Laba Indocement Melejit 57,36% jumat 19/03-2010
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 57,36% di 2009. Peningkatan laba disebabkan adanya efisiensi pos beban.
Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Jumat (19/3/2010).
Hingga akhir 2009, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 10,576 triliun, naik 8,14% dari tahun 2008 sebesar Rp 9,78 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 5,468 triliun, turun 4,98% dari tahun 2008 sebesar Rp 5,755 triliun.
Penurunan beban ini mendorong pertumbuhan laba kotor sebesar 26,93% menjadi Rp 5,108 triliun dari sebelumnya Rp 4,024 triliun. Beban usaha juga mengalami efisiensi sebesar 9,52% menjadi Rp 1,415 triliun dari sebelumnya Rp 1,564 triliun.
Efisiensi beban usaha membuat laba usaha tumbuh semakin tinggi sebesar 50,18% menjadi Rp 3,693 triliun dari sebelumnya Rp 2,459 triliun. Pada pos penghasilan lain-lain, perseroan tahun ini mencatat Rp 92,365 miliar.
Pada tahun 2008 perseroan mencatat beban lain-lain sebesar Rp 135,058 miliar. Perolehan ini, setelah dikurangi pajak-pajak, mendongkrak laba bersih INTP menjadi Rp 2,746 triliun, naik 57,36% dari sebelumnya Rp 1,745 triliun.
Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Jumat (19/3/2010).
Hingga akhir 2009, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 10,576 triliun, naik 8,14% dari tahun 2008 sebesar Rp 9,78 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 5,468 triliun, turun 4,98% dari tahun 2008 sebesar Rp 5,755 triliun.
Penurunan beban ini mendorong pertumbuhan laba kotor sebesar 26,93% menjadi Rp 5,108 triliun dari sebelumnya Rp 4,024 triliun. Beban usaha juga mengalami efisiensi sebesar 9,52% menjadi Rp 1,415 triliun dari sebelumnya Rp 1,564 triliun.
Efisiensi beban usaha membuat laba usaha tumbuh semakin tinggi sebesar 50,18% menjadi Rp 3,693 triliun dari sebelumnya Rp 2,459 triliun. Pada pos penghasilan lain-lain, perseroan tahun ini mencatat Rp 92,365 miliar.
Pada tahun 2008 perseroan mencatat beban lain-lain sebesar Rp 135,058 miliar. Perolehan ini, setelah dikurangi pajak-pajak, mendongkrak laba bersih INTP menjadi Rp 2,746 triliun, naik 57,36% dari sebelumnya Rp 1,745 triliun.
Diancam Profit Taking, Indeks Tetap Akan Naik Jum'at, 19 Maret 2010
Walau aksi ambil untung (profit taking) diperkirrakan masih terjadi, indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali mengalami penguatan pada perdagangan akhir pekan ini.
"Itu karena modal asing masih akan mengalir," kata analis pasar modal dari Reliance Securities Andrew Sinar Siahaan ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Masuknya dana asing (capital inflow) ini adalah karena pengaruh dari positifnya bursa regional, yang juga sebagai akibat dari keputusan bank sentral AS (The Fed) yang mempertahankan tingkat suku bunganya (Fed rate) di level 0,25 persen.
"Lalu adanya singkroniasai BI rate dengan Fed rate (yang memperlihatkan investasi di Indonesia jadi menguntungkan)." imbuhnya.
Ditambah lagi dengan data pengangguran yang diproyeksikan akan positif juga menjadi vitamin bagi penguatan indeks pada hari ini.
Menurutnya indeks akan berada dalam kisaran support resistance di level 2.700-2.758. Dengan pilihan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Sementara menurut Trimegah Securities, stochastic yang mulai bergerak turun mengindikasikan aksi ambil untung mulai terjadi. "Hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 2.700-2.779. Saham pilihan untuk hari ini PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Babnk Mandiri Tbk (BMRI)," jelas Trimegah.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan Kamis (18/3/2010) ditutup terkoreksi 19,02 poin atau setara 0,69 persen ke posisi 2.737,24. Sementara Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 3,69 poin ke posisi 437,51 dan indeks LQ45 turun 4,74 poin ke posisi 534,91.
"IHSG tidak mampu melanjutkan penguatannya sehingga ditutup melemah 0,7 persen," kata Trimegah.
Volume perdagangan terpantau sebanyak 6,64 miliar jenis saham senilai Rp5,16 triliun dengan saham yang ditutup menguat 88 jenis saham, melemah 135 jenis saham, dan stagnan 72 jenis saham.
Faktor pelemahan IHSG kali ini pun karena berfluktuatifnya saham-saham eksternal. Di mana hampir semua saham terpantau memerah sehingga mendukung pelemahannya, terkecuali untuk saham di sektor pertambangan, dan properti.
"Itu karena modal asing masih akan mengalir," kata analis pasar modal dari Reliance Securities Andrew Sinar Siahaan ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Masuknya dana asing (capital inflow) ini adalah karena pengaruh dari positifnya bursa regional, yang juga sebagai akibat dari keputusan bank sentral AS (The Fed) yang mempertahankan tingkat suku bunganya (Fed rate) di level 0,25 persen.
"Lalu adanya singkroniasai BI rate dengan Fed rate (yang memperlihatkan investasi di Indonesia jadi menguntungkan)." imbuhnya.
Ditambah lagi dengan data pengangguran yang diproyeksikan akan positif juga menjadi vitamin bagi penguatan indeks pada hari ini.
Menurutnya indeks akan berada dalam kisaran support resistance di level 2.700-2.758. Dengan pilihan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Sementara menurut Trimegah Securities, stochastic yang mulai bergerak turun mengindikasikan aksi ambil untung mulai terjadi. "Hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 2.700-2.779. Saham pilihan untuk hari ini PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Babnk Mandiri Tbk (BMRI)," jelas Trimegah.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan Kamis (18/3/2010) ditutup terkoreksi 19,02 poin atau setara 0,69 persen ke posisi 2.737,24. Sementara Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 3,69 poin ke posisi 437,51 dan indeks LQ45 turun 4,74 poin ke posisi 534,91.
"IHSG tidak mampu melanjutkan penguatannya sehingga ditutup melemah 0,7 persen," kata Trimegah.
Volume perdagangan terpantau sebanyak 6,64 miliar jenis saham senilai Rp5,16 triliun dengan saham yang ditutup menguat 88 jenis saham, melemah 135 jenis saham, dan stagnan 72 jenis saham.
Faktor pelemahan IHSG kali ini pun karena berfluktuatifnya saham-saham eksternal. Di mana hampir semua saham terpantau memerah sehingga mendukung pelemahannya, terkecuali untuk saham di sektor pertambangan, dan properti.
Langganan:
Postingan (Atom)