Pengamat memprediksi, dalam beberapa waktu ke depan tren harga minyak dunia bakal cenderung melonjak seiring pemulihan ekonomi dunia serta terus melemahnya Dolar.
"Harga minyak sudah menembus US$85/barel (sekarang US$86/barel), ke depan trend harga minyak akan terus naik karena pemulihan ekonomi dunia dan dolar
Senin, 05 April 2010
Kamis, 01 April 2010
promosi fee masih berlanjut..!!!
dapat segera fee yang sangat rendah..,terendah di seluruh indonesia hanya dengan berganbung di PT etrading securities..,dan dapatkan fasilitas-fasiltas yang nyaman dengan kemudahan kita dalam bertransaksi dengan mengunakan system yang sudah online..,
bagi nasabah yang sudah pernah bergabung juga dapat menurunkan fee menjadi lebih rendah dari sebelumnya hanya dengan membawa referensi...,
promosi fee
0,15% s/d 0,25%
0,12% s/d 0,22%
0,1% s/d 0,2%
dan dapat lebih rendah lagi dari yang di atas!!!
** syarat dan ketentuan berlaku
pastikan anda mendapatkan fee terendah dan fasilitas yg terbaik!!!
contact person : Rommy soetandi ( 061-76610864 ) atau ( 085262755123 )
bagi nasabah yang sudah pernah bergabung juga dapat menurunkan fee menjadi lebih rendah dari sebelumnya hanya dengan membawa referensi...,
promosi fee
0,15% s/d 0,25%
0,12% s/d 0,22%
0,1% s/d 0,2%
dan dapat lebih rendah lagi dari yang di atas!!!
** syarat dan ketentuan berlaku
pastikan anda mendapatkan fee terendah dan fasilitas yg terbaik!!!
contact person : Rommy soetandi ( 061-76610864 ) atau ( 085262755123 )
77 Emiten Belum Laporkan Keuangan
Sebanyak 77 emiten tercatat belum menyampaikan laporan keuangannya hingga batas akhir 31 Maret 2010.
Berdasarkan data yang dihimpun INILAH.COM di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/4) dari 77 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan tersebut, sebanyak 22 emiten berasal dari sektor riil dan 50 emiten dari sektor jasa.
Adapun jumlah emiten di sektor riil mencapai 168 perusahaan, sedang di sektor jasa mencapai 235 perusahaan. Menurut keterangan BEI, dari 77 emiten tersebut ada yang sudah menyampaikan keterbukaan informasinya ke BEI, ada juga yang belum. Dari emiten sektor riil, yang sudah menyampaikan keterbukaannya ada 5 emiten.
Sementara di divisi pencatatan surat utang tercatat ada 5 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangannya, sementara 35 emiten sudah.
from : inilah.com
Berdasarkan data yang dihimpun INILAH.COM di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/4) dari 77 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan tersebut, sebanyak 22 emiten berasal dari sektor riil dan 50 emiten dari sektor jasa.
Adapun jumlah emiten di sektor riil mencapai 168 perusahaan, sedang di sektor jasa mencapai 235 perusahaan. Menurut keterangan BEI, dari 77 emiten tersebut ada yang sudah menyampaikan keterbukaan informasinya ke BEI, ada juga yang belum. Dari emiten sektor riil, yang sudah menyampaikan keterbukaannya ada 5 emiten.
Sementara di divisi pencatatan surat utang tercatat ada 5 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangannya, sementara 35 emiten sudah.
from : inilah.com
Laba Bersih PGAS Membumbung 882,8%
Prestasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) pada 2009 lalu luar biasa. Perusahaan penyalur gas ini berhasil mengatrol laba bersih hingga 882,8% dari 2008 lalu. Nilai laba bersih PGAS terbang menjadi Rp 6,22 triliun.
Keuntungan PGAS berasal dari nilai rupiah yang menguat. Bila pada 2008 silam, PGAS masih membukukan rugi kurs hingga Rp 2,5 triliun maka pada 2009 lalu, perusahaan gas terbesar di Indonesia ini mencetak untung kurs Rp 1,2 triliun.
Selain itu, pendapatan bunga PGAS juga naik dari Rp 59 miliar menjadi Rp 160 miliar. Pendapatan lain-lain PGAS juga naik dari rugi Rp 3,3 triliun menjadi Rp 571 miliar.
from : kontan.co.id
Keuntungan PGAS berasal dari nilai rupiah yang menguat. Bila pada 2008 silam, PGAS masih membukukan rugi kurs hingga Rp 2,5 triliun maka pada 2009 lalu, perusahaan gas terbesar di Indonesia ini mencetak untung kurs Rp 1,2 triliun.
Selain itu, pendapatan bunga PGAS juga naik dari Rp 59 miliar menjadi Rp 160 miliar. Pendapatan lain-lain PGAS juga naik dari rugi Rp 3,3 triliun menjadi Rp 571 miliar.
from : kontan.co.id
Bank Panin Raih Laba Bersih Tembus Rp1 T
PT Bank Panin Tbk (PNBN) berhasil meraih laba bersih konsolidasi signifikan Rp1,034 triliun atau naik 29,65% dibandingkan pencapaian sebelumnya hanya Rp798,008 miliar.
Demikian penjelasan resmi manajemen Bank Panin dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (1/4).
Menguatnya laba bersih perseroan ini didukung dari pendapatan bunga dalam demoninasi mata uang Rupiah sekitar 25,43% menjadi Rp6,479 triliun ketimbang perolehan tahun sebelumnya Rp5,202 triliun, namun untuk hasil bunga berdenominasi asing naik tipis 12,20% dari Rp601,009 miliar menjadi Rp675,300 miliar.
Pendapatan operasional perseroan pun meningkat 33,98% dari Rp747,299 miliar menjadi Rp1,001 triliun. Namun, pendapatan transaksi valuta asingnya pun turun dari Rp148,834 miliar menjadi Rp100,215 miliar. Sedangkan pendapatan kenaikan nilai dan penjualan obligasi pemerintah dan surat berharga pun berhasil diraih sebanyak Rp292,351 miliar.
from : inilah.com
Demikian penjelasan resmi manajemen Bank Panin dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (1/4).
Menguatnya laba bersih perseroan ini didukung dari pendapatan bunga dalam demoninasi mata uang Rupiah sekitar 25,43% menjadi Rp6,479 triliun ketimbang perolehan tahun sebelumnya Rp5,202 triliun, namun untuk hasil bunga berdenominasi asing naik tipis 12,20% dari Rp601,009 miliar menjadi Rp675,300 miliar.
Pendapatan operasional perseroan pun meningkat 33,98% dari Rp747,299 miliar menjadi Rp1,001 triliun. Namun, pendapatan transaksi valuta asingnya pun turun dari Rp148,834 miliar menjadi Rp100,215 miliar. Sedangkan pendapatan kenaikan nilai dan penjualan obligasi pemerintah dan surat berharga pun berhasil diraih sebanyak Rp292,351 miliar.
from : inilah.com
Rajawali Kantongi Rp9,8 Triliun
Rajawali Corporation,melalui Blue Valley Holdings Pte Ltd,melepas 1,4 miliar saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) ke sejumlah investor seharga Rp7.000 per saham atau senilai total Rp9,8 triliun.
Jumlah saham yang dilepas setara dengan 23,6 persen saham beredar SMGR. Dengan penjualan tersebut, Rajawali yang dimiliki pengusaha Peter Sondakh kini hanya menguasai 1,25 persen saham SMGR dari sebelumnya 24,9 persen. Managing Director for Business Development Rajawali Corporation Darjoto Setyawan mengatakan, dana hasil penjualan saham SMGR akan digunakan untuk pengembangan usaha lainnya, di antaranya akuisisi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia, BHP Billiton.
Medco Suplai Gas 40mmscfd ke PGN
PT Medco Energy dan Produksi (Medco EP) akan memasok gas sebanyak 40mmscfd ke PGN, kontrak dimulai April sampai Oktober 2010.
"Kontrak akan berlangsung selama 6 bulan dimulai April hingga Oktober 2010 dengan total volume sekitar 40 mmscfd," kata Presdir Medco Energy Budi Basuki di Jakarta, Kamis (1/4).
"Kontrak akan berlangsung selama 6 bulan dimulai April hingga Oktober 2010 dengan total volume sekitar 40 mmscfd," kata Presdir Medco Energy Budi Basuki di Jakarta, Kamis (1/4).
Langganan:
Postingan (Atom)